Jakarta terkenal dengan banyaknya gedung pencakar langitnya di berbagai titik kota. Salah satunya yaitu gedung sarinah yang menjadi pusat perbelanjaan pertama di Indonesia, terletak di Jalan MH Tamrin, Jakarta.
![]() |
| Foto: sarinah.co.id |
Sarinah merupakan Badan Usaha Milik Negara yang digagas oleh presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno, untuk mewadahi kegiatan perdagangan produk dalam negeri serta mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia.
Mengutip dari laman resmi Sarinah, mal pertama di Indonesia ini didirikan pada tanggal 17 Agustus 1962 dengan nama PT Department Store Indonesia. Sarinah menjadi pelopor bisnis ritel modern di Indonesia, dan hingga saat ini Sarinah terus menjunjung tinggi komitmennya untuk mendukung kemajuan produk-produk usaha kecil, menengah, dan koperasi.
Merespon kebutuhan konsumen yang beragam, Sarinah berekspansi melalui pembukaan anak perusahaan di Semarang, Jawa Tengah. Peran aktif Sarinah sebagai mitra menjangkau perajin tradisional di pelosok, koperasi di berbagai desa dan kota, hingga desainer busana ternama di ibu kota. Dengan mengikuti perkembangan zaman, Sarinah terus melakukan upaya untuk mencapai visi dan misinya dengan melebarkan sayap di bidang bisnis trading dengan mengekspor produknya ke berbagai negara dan mengimpor beberapa komoditi. Produk-produk tersebut turut melengkapi etalase sejumlah gerai Sarinah di Jakarta, Semarang, dan Malang.
Sejak 2020 gedung yang usianya lebih dari lima dekade ini sempat dilakukan renovasi besar-besaran, sampai akhirnya dibuka lagi dan kembali beroperasi pada 21 Maret 2022 lalu. Pemerintah mengaharapkan Sarinah dapat menjadi pusat perbelanjaan terkemuka di Indonesia. Namun, dibalik semua itu, ada fakta menarik tentang gedung sarinah yang menjadi mal pertama di Indonesia. Berikut ulasannya.
1. Gedung Pencakar Langit Pertama di Indonesia
Sebelum terdapat banyaknya gedung-gedung tinggi di Jakarta, Sarinah menjadi gedung pencakar langit pertama di Indonesia yang dibangun sebagai pusat perbelanjaan pertama Indonesia dengan tinggi 74 meter dan 15 lantai yang terletak di Menteng, Jakarta Pusat. Didirikan oleh Presiden Soekarna pada 17 Agustus 1962, kala itu Sarinah memiliki fasilitas tercanggih di zamannya. Di sisi lain, gedung sarinah sendiri dibangun dengan biaya rampasan perang pemerintah Jepang.
2. Asal Muasal Nama Sarinah
Sarinah berasal dari Bapak Proklamator Indonesia, Presiden Soekarno yang diambil dari nama salah satu pengasuhnya di masa kecil. Kesan mendalam dan rasa hormat yang tinggi tentang kebesaran jiwa sang pengasuh menjadi inspirasi penyematan nama Sarinah sebagai nama pusat perbelanjaan tersebut.
Becermin pada sosok istimewa tersebut, Sarinah bertujuan untuk terus menjalankan misinya sebagai mitra usaha untuk kepentingan masyarakat kecil sekaligus duta bagi kekayaan budaya Indonesia di dunia internasional melalui produk-produk yang dikembangkan dan dipasarkannya.
3. Bisnis Sarinah
Sejak dibangun sebagai pelopor bisnis ritel modern di Indonesia, Sarinah juga bergerak ekspor dan impor, distribusi dan penyewaan ruangan, money changer dan perhotelan. Sari Pacific Jakarta adalah usaha perhotelan yang dikelola oleh PT Sari Arthamas Hotel International, sebuah entitas usaha yang 50 persen sahamnya dimiliki oleh Sarinah. PT Sari Valuta Asing (Sari Valas) merupakan anak usaha Sarinah yang bergerak di bidang penukaran valuta asing.
Selain ketiga fakta tersebut, Sarinah juga memiliki masa lalu kelam yaitu pernah mengalami dua kali kebakaran di tahun 1984 dan 2015. Dari peristiwa tersebut diketahui menelan dua korban. Sementara itu, sampai saat ini masih beroperasi di Jakarta dengan tujuan yang sama yaitu mendukung kemajuan produk lokal.
-HAS

Komentar
Posting Komentar