Langsung ke konten utama

Indra Sugiarto, Teman Berjuang bagi Generasi Z

Indra Sugiarto, motivator sekaligus penulis yang mampu menghipnotis kaum milenial dengan kata-kata penyembuhannya dan berhasil membuat mereka kembali bangkit dan berjuang.

Foto: Instagram/@indra.sugiarto

Indra Sugiarto dikenal sebagai motivator, penulis sekaligus Founder dan CEO Masuk Kampus. Pria kelahiran Banyumas ini berasal dari keluarga sederhana yang merantau untuk melanjutkan studinya di IPB jurusan Kimia. Meskipun dengan keterbatasan ekonomi, Indra dapat berjuang dengan berhasil lulus pada tahun 2006. Baginya lulus dari IPB sangatlah berpengaruh dalam membentuk kepribadiannya. Dengan niat dan giat, Indra pun melanjutkan pendidikan pascasarjana di kampus yang sama, yaitu IPB University dengan program studi Manajemen Bisnis. Selain itu, anak ketiga dari enam bersaudara ini berharap adik-adiknya seperti dirinya, yaitu dapat berkuliah dan sukses nantinya.

Setelah lulus, Indra Sugiarto membuka bimbingan belajar Katalis Education dengan modal awal yang ia dapatkan dari memenangkan lomba business plan di kampusnya. Indra sering bertemu mendengarkan cerita dan keluh kesah dari banyak pelajar SMA yang akan berkuliah. Selama bertahun-tahun mengajar, Indra sadar bahwa ada yang anak SMA butuhkan selain akademik, tapi juga teman berjuang yang mengerti apa yang mereka rasakan. Dari situlah terbentuk PT. Inspirasi Masuk Kampus atau @masukkampus yang ia dirikan pada tahun 2016. Masuk Kampus telah berkembang menghadirkan informasi dan realitas perjuangan masuk perguruan tinggi di Indonesia.

Motivator muda ini banyak di gandrungi kaum milenial, bahkan tak jarang dari mereka dibuat kagum dengan tulisannya yang dianggap relate dengan permasalahan yang saat ini mereka hadapi.  Kariernya semakin bersinar, Indra sering kali mengisi seminar di beberapa sekolah dan kampus untuk menyampaikan motivasi kepada calon mahasiswa maupun mahasiswa disana. Selain itu, ia juga sering memposting kata-kata motivasi yang banyak disukai anak muda di akun Instagram dan Twitter miliknya. Hingga saat ini, Indra telah memiliki lebih dari 625 ribu followers di Instagram dan 24 ribu followers lebih di Twitter.

“Masa depan memang membingungkan. Masa depan memang penuh dengan ketidakpastian. Tapi selama kamu percaya dengan dirimu sendiri, maka kamu akan mampu menempuh perjalanan itu. Kamu adalah pelaut handal di tengah samudra mimpimu,” cuitan Indra di Twitter.

Foto: Instagram/@indra.sugiarto

Sejauh ini Indra telah menulis tiga buku dan berhasil menjadikan buku-buku tersebut best seller, antara lain Teman Berjuang (2019), Tumbuh Dari Luka (2019), dan Berlari Di Tengah Hujan (2020)

“Menurut saya, menulis merupakan seni melukis perasaan yang ingin disampaikan ke orang lain. Saya mulai menulis dari pengalaman setiap hari dengan puisi untuk menceritakan hal yang berbau masalah dan sebagai teman curhat.”

Itulah sekilas kisah hidup seorang Indra Sugiarto yang bisa dijadikan motivasi untuk kalian semua. Semoga bermanfaat, ya!

 

 -HAS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

La Boheme, Kafe Rooftop Kekinian di Jakarta

  Kafe kekinian di kawasan Setiabudi menawarkan sensasi nongkrong sembari menikmati pemandangan Jakarta dari atas. Lokasinya yang strategis, La Boheme ramai dikunjungi dengan berbagai kalangan. Mulai dari anak muda yang sekedar nongkrong dengan teman-temannya sampai orang dewasa dengan pertemuan bisnis. Foto: Instagram @labohemejkt Keberadaan kafe di ibu kota sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Banyak orang berkunjung untuk makan, minum, atau bahkan sebagai tempat pertemuan penting seperti bisnis hingga yang santai bersama teman-teman.   Beberapa tahun terakhir ini banyak bermunculan kafe dengan konsep di atas bangunan atau biasa disebut rooftop . CafĂ© dengan konsep seperti ini banyak disukai karena selain menyantap menu, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan Jakarta dari atas. Salah satu kafe rooftop yang terkenal di Jakarta, yaitu La Boheme. Berlokasi di tengah-tengah kota, La Boheme mengusung konsep tropikal yang dikelilingi tanaman-tanaman hijau menambah ...

Sejarah Hingga Fakta Menarik Gedung Sarinah yang Menjadi Mal Tertua di Jakarta

  Jakarta terkenal dengan banyaknya gedung pencakar langitnya di berbagai titik kota. Salah satunya yaitu gedung sarinah yang menjadi pusat perbelanjaan pertama di Indonesia, terletak di Jalan MH Tamrin, Jakarta. Foto: sarinah.co.id Sarinah merupakan Badan Usaha Milik Negara yang digagas oleh presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno, untuk mewadahi kegiatan perdagangan produk dalam negeri serta mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia. Mengutip dari laman resmi Sarinah, mal pertama di Indonesia ini didirikan pada tanggal 17 Agustus 1962 dengan nama PT Department Store Indonesia. Sarinah menjadi pelopor bisnis ritel modern di Indonesia, dan hingga saat ini Sarinah terus menjunjung tinggi komitmennya untuk mendukung kemajuan produk-produk usaha kecil, menengah, dan koperasi. Merespon kebutuhan konsumen yang beragam, Sarinah berekspansi melalui pembukaan anak perusahaan di Semarang, Jawa Tengah. Peran aktif Sarinah sebagai mitra menjangkau perajin tradisional di pelos...

Belajar Ikhlas Lewat Lagu Hits Terbaru Dari Tulus

  Sebuah lagu yang mengajarkan kita makna sesungguhnya dari kata ikhlas. Lewat lagu Hati-Hati di Jalan, Tulus ingin menyampaikan pesan untuk tetap ikhlas meski berpisah dengan seseorang yang dicintai. Foto: kompas.com Setelah 10 tahun berkayra di dunia musik, akhirnya Tulus kembali dengan album terbaru yang bertajuk “Manusia” pada 3 Maraet 2022 lalu. Berisikan 10 lagu, salah satu yang mencuri perhatian pendengarnya yaitu lagu Hati-Hati di Jalan. Lagu tersebut langsung trending topic di media sosial dan menjadi perbincangan hangat netizen setelah perilisannya. Lagu Hati-Hati di Jalan memiliki makna yang mendalam, yaitu mengisahkan tentang kesedihan sepasang kekasih yang merelakan satu sama lain karena sudah tidak lagi satu jalan. Lirik yang dipenuhi diksi indah juga membuat menyentuh hati para pendengarnya. Salah satu lirik yang menarik perhatian pendengar, “Kukira kita asam dan garam. Dan, kita bertemu di belanga”. Kata-kata pada lirik tersebut mungkin terdengar asing jika ...